Buku ini dimanfaatkan sebagai alat untuk refleksi diri,penggugah semangat dan bilaman perlu dianggap sebagai amar makruf nahi munkar kepada sesama warga MuhammadiyaH.dan untuk meningkatkan kita semua kepada maksud dan tujuan semula didirikannya Muhammadiyah oleh K.H.Ahmad dahlan dahulu,yaitu untuk mengembalikan ajaran islam kepada kemurniannya dan diamalkannya dalam praktek kehidupan sehari-hari.
Buku ini merupakan kompilasi makalah yang telah disampaikan oleh penulisnya dalam forum muktamar, tanwir, seminar, diskusi dan training.
Buku ini mengupas pemikiran dan perilaku Buya AR Fakhruddin di masa kepemimpinannya di era 80-an, Muhammadiyah dihadapkan pada kondisi sosial politik yang dilematis, khususnya disaat pemerintah memutuskan semua partai politik dan ormas wajib berasaskan Pancasila.
Buku ini merupakan hasil dari penelitian yang bersifat historis dan kontekstual mengenai keterlibatan Muhammadiyah dalam proses politik Indonesia dalam periode otoriter (1966-1998) dan periode transisi demokrasi pasca Orde Baru (1998-2006)
Buku ini adalah sebuah otobiografi. Biografi yang ditulis sendiri. Selain sebagai refleksi yang autentik dari pengalaman hidup ASM, buku ini juga sekaligus merupakan pertanggungjawaban atas pilihan yang telah ditetapkan, sikap yang telah diambil dan tindakan yang telah dilakukan sepanjang perjalanan hidupnya. Selain itu, buku ini merupakan sumber primer untuk mencari jawaban atas sosok manusia …
Dalam buku ini, penulis hanya akan mengomentari fondasi keempat, yakni berorientasi kekinian dan masa depan. Menurut penulis, walaupun Muhammadiyah lebih berorientasi kekinian dan masa depan, namun hal itu tidak berarti mengabaikan aspek masa lalu yang telah menjadi sejarah. Bagaimanapun juga sejarah memiliki banyak manfaat sebagaimana disebutkan oleh Widja (1988) yakni manfaat yang bersifat ed…