Buku kecil Tuntunan Dzikir dan Do'a memberikan pedoman dan tuntunan tentang bacaan dzikr dan do'a,khususnya dzikir dan do'a sesudah shalat fardu,disamping beberapa do'a ma'tsur di dalam al-Quran dan hadits. buku tuntutan ini merupakan keputusan Tarjih dalam Musyawarah Nasional Tarjih Ke-25 Di Jakarta Tahun 2000.
Buku ini dimaksudkan untuk membantu mereka yang ingin mengetahui apa dan siapa Muhammadiyah
Buku ini merupakan kumpulan makalah dan keputusan musyawarah tarjih dan tajdid. selain menyertakan keputusan-keputusan musytarwil ke-1 yang telah dilaporkan kepad PWM DIY,serta makalah yang telah dipresentasikan dalam musytarwil ke-1 dengan beberapa penyempurnaan seperlunya.
Buku ini dibagi menjadi dua Bab yang pertama menjelaskan tentang dasar-dasar dakwah salafiyah dan Bab Kedua menjelaskan ciri khusus dakwah salafiyah
Buku ini berupaya untuk membedah kembali peran-perandan karya muhammadiyah yang telah dilakukan selama ini pada bagian pertama,dibahas mengenai beberapa persoalan yang harus diagendakan dalam muktamar muhammadiyah2000.kedua,dibahas tentang kerangka teologi Muhammadiyah dan bagaimana rekrontruksi tajdidnya diwaktu-waktu mendatang.keiga,membahas secara luas tentang penting dan mendesaknya peningk…
Buku ini berisi tentang kehidupan K H Ahmad Dahlan dan perjuangannya mendirikan muhammadiyah.
Buku ini terdiri dari lima bagian yang pertama menjelaskan tentang konsep-konsep yang terdapat dalam manhaj tarjih Muhammadiyah,kedua menjelaskan tentang paradigma pemikiran keagamaan yang diyakini,ketiga menjelaskan lebih terinci konsep dan implementasi dari 16 poin pokok manhaj tarjih,keempat perbandingan antara manhaj sunni dan syi'i sedangkan kelima penulis mencoba memperluas wilayah kajia…
Buku ini merupakan kompilasi makalah yang telah disampaikan oleh penulisnya dalam forum muktamar, tanwir, seminar, diskusi dan training.
Buku ini merupakan rekaman kegelisahan salah satu kader Muhammadiyah yang prihatin terhadap perkembangan Persyarikatan yang merlabel gerakan takdid ini.
Buku ini mengupas pemikiran dan perilaku Buya AR Fakhruddin di masa kepemimpinannya di era 80-an, Muhammadiyah dihadapkan pada kondisi sosial politik yang dilematis, khususnya disaat pemerintah memutuskan semua partai politik dan ormas wajib berasaskan Pancasila.